Jumat, 19 Agustus 2011

pemuda

Bagaimana Islam memandang pemuda
Setelah kita melihat pengertian pemuda sebelumnya, maka kita harus tahu bagaimana sebenarnya islam memandang pemuda tersebut. Allah berfirman dalam surat Al-Kahfi ayat 13 :

“Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita Ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan kami tambah pula untuk mereka petunjuk.”
Dari ayat tersebut dapat kita pahami bahwa seorang pemuda islam itu adalah seseorang yang beriman kepada Tuhannya serta mendapatkan petunjuk-Nya. Beriman kepada Tuhannya ini mengartikan kepada kita bahwa seorang pemuda islam itu memiliki idealism yang tinggi, berani menanggung resiko untuk tujuan kebenaran, gesit , kuat jasmani dan rohani, yang terpenting lagi memiliki fitrah yang bersih.
Seorang pemuda merupakan masa dimana seorang memiliki perasaan ingin mengetahui segalanya. Akan tetapi, seorang pemuda islam merupakan sosok yang ingin tahu, menunjukkan kebolehan dan kemampuannya dalam menggapi cita-cita meraih izzah(kemulian) di dunia dan di akhirat. Selain itu, seorang pemuda islam merupakan sosok yang selalu mendapatkan petunjuk dari Tuhannya. Segala perbuatan yang dilakukannya merupakan apa yang diperintahkan Allah serta mendukung penegakan agama-Nya di muka bumi ini. Pemuda islam juga memiliki semangat yang tinggi dan kemampuan belajar yang baik, mudah menyerap kebaikan serta berusaha menghindari diri dari kejelekan. Islam sebagai agama yang tsumul sangat memperhatikan dan memuliakan pemuda. sebagai mana potret al-quran yang menceritakan pemuda ashabul kahfi yang ditidurkan selama 309 tahun karena menolak untuk menyembah raja yang berkuasa pada saat itu. Selain itu kemampauan seorang muda Daud yang berhasil mengalahkan Raja Jalut menjadi bukti lain bahwa pemuda islam sangat penting dalam melakukan sebuah proses perubahan. Dan banyak lagi contoh pemuda islam yang berhasil memanfaatkan keadaanya demi agama-Nya.



Apa yang seharusnya dilakukan seorang pemuda.
Pada bagian sebelumnya kita telah mengetahui bahwa pemuda itu merupakan agen dari perubahan, dimanapun serta kapanpun. Sekarang mari kita lihat jumlah penduduk Indonesia (khususnya), penduduk Indonesia berjumlah sekitar 210 juta jiwa orang.dari jumlah tersebut dapat kita golongkan generasi muda atau yang berusia diantara 15-35 tahun, diperkirakan berjumlah sekitar 78 juta jiwa atau 37 persen dari jumlah penduduk keseluruhannya. Suatu jumlah yang sangat besar, apalagi jumlah tersebut diiringi dengan semangat yang membara. Soekarno pernah mengatakan ”Berikan kepadaku para kaum muda, maka akan ku ubah bangsa ini menjadi lebih baik”. Dari sana dapat kita lihat betapa ambisiusnya seorang Soekarno untuk mengubah bangsa ini hanya dengan meminta kaum muda. Betapa besar peran penting dari seorang pemuda dalam melakukan perubahan. Peran penting dari seorang pemuda tidak bisa di dapat dalam waktu semalam. Akan tetapi membutuhkan waktu, ketabahan dan kesabaran dalam membangun itu semua. Dari itu semua maka akan lahirlah sosok pemuda yang memiliki moral dan intelektual tinggi.
Ketika sosok pemuda mulai dihubungkan dengan reformasi, maka timbulah pertanyaan apakah yang seharusnya dilakukan seorang pemuda. segala hal yang nantinya dilakukan oleh seorang pemuda harus memiliki tujuan yang jelas yaitu proses menuju keadaan yang lebih baik, baik segi materill maupun moril. Oleh karena itu ada beberapa hal yang harus dilakukan seorang pemuda, agar mereka dapat memainkan peran dalam perubahan.
• Pemuda harus menjadi generasi yang berkomitment. Berkomitment dalam artian memiliki kesetian, tepat janji terhadap apa yang dilakukan. Baik itu kepada diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara. Pemuda yang berkomitmen memiliki idealism, cita-cita, militansi untuk menjadi seorang berguna bagi negara, bangsa, dan agama. Mereka tidak hanya memikiran diri mereka sendiri, akan tetapi pemuda di sini lebih mementingkan kepentingan bersama.
• Kompetensi. Menjadi generasi yang kompeten merupakan misi dari pemuda. Melihat perkembangan zaman yang semakin pesat, seorang pemuda harus bisa mempersiapkan diri untuk mengahadapi itu semua. Pemuda diharapkan tidak lagi bergantung pada orang tua dan lainnnya. Akan tetapi, pemuda disini diharapkan memiliki kemampuan untuk menghasilkan karya-karya yang bermanfaat, konkret serta tetap menghargai karya orang lain.
• Generasi yang tetap menjunjung pluralisme. Khsusnya bangsa Indonesia yang memiliki berbagai macam suku dan kebudayaan, maka dibutuhkanlah sebuah apresiasi terhadap kemajemukan tersebut. Pemuda disini berperan sebagai agen yang nantinya akan menjunjung pluralisme tersebut. Tetap menghargai perbedaan, serta jiwanya tidak terpecah karena kemajemukan tersebut.
• Menjadi generasi yang optimis. Optimistis seorang pemuda merupak kunci dari agen perubahan tersebut. Pepatah mengatakan” dimana ada kemauan di sana ada jalan”, benar sekali jika pemuda sudah memiliki kemauan dan optimistis maka apa yang diinginkan akan tercapai, keinginan tersebut tentu yang bernilai positif.
• Menjadi generasi yang berakhlak dan relijius. Seorang pemuda setelah memilki komitmen, berkompetensi, menjunjung pluralisme, serta genaerasi yang optimis maka seorang pemuda harus dituntut pula untuk berakhlak dan relijius. Berakhlak dalam artian bisa menunjukkan perilaku yang tidak mengganggu masyaratat sekitar. Sedangkan relijius mengindikasikan bahwa seorang pemuda tetap memperhatikan apa-apa yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah SWT. Sehingga segala perbuatan yang dilakukan oleh pemuda dapat dipertanggungjawabkan baik di dunia maupun akhirat kelak.


Sekurang-kurangnya lima hal pokok tadilah yang harus ada dalam diri seorang pemuda
jika hal itu sudah ada dalam diri seorang pemuda, maka insyaallah apa yang kita butuhkan yaitu perubahan yang berkesinambungan ke arah kebaikan dapat kita capai.
Dari berbagai sumber.
M.DIAZ BONNY S.
FAKULTAS ILMU KOMUNIKAS


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pusat Informasi Indragiri Hilir

liputan enam